Minggu, 19 Januari 2014

Tanpamu

Terdiam aku melihat tawamu. 
Bahagia kini kamu bersamanya. 
Tak mungkin bagiku dapatkan hatimu kembali.
Tak mungkin bagiku dapatkan cintamu kembali.

Tak mungkin aku dapatkan dirimu yang dulu lagi.
Yang selalu memujaku,
Yang selalu menganggapku ada,
Yang selalu  selalu tersenyum saat aku tersenyum,
Yang selalu mengusap air mataku ketika aku menangis,
Yang selalu menomor satukan aku dalam segala hal,
Yang selalu membanggakan aku,
Yang selalu ingin bersamaku setiap waktu.

Sakit hati ini saat aku tak bisa relakan kau dengan yang lain.
Walaupun aku masih menyimpan rasa ini, seperti dulu. 

Iya, rasaku masih seperti dulu.
Yang selalu memujamu,
Yang selalu menganggapmu ada setiap waktu,
Yang selalu tersenyum saat kau tersenyum dan merasakan kebahagiaanmu sendiri,
Yang selalu menomor satukan kamu,
Yang selalu membanggakan kamu,
Yang selalu ingin bersamamu dalam setiap waktuku, walaupun semua yang aku rasakan hanyalah semu.
Yang tak mungkin kamu mengerti.
Yang tak mungkin kamu sadari.
Yang mungkin kamu hiraukan dan abaikan.

Namun, aku tak pernah bisa tepiskan bayang  dirimu. 
Kamu, terlalu sulit untuk ku gapai.

Dia memang pantas berada di sampingmu, 
Menemani setiap langkahmu, 
Menemani setiap harimu, 
Dan menemani saat mimpi indahmu. 

Kini aku sudah benar-benar hilang dari hatimu.
Dan perlahan-lahan, aku pasti terbiasa,
Tanpamu...



Untuk kamu yg selalu bilang,
"kamu malaikat tak bersayap
yang dihadiahkan Tuhan
untukku"

The Day when I Love You

Monday, I was waiting,
Tuesday, I was still wanting to see whether you were fine,
Wednesday, I wasn't here both in the morning and so on,
Thursday was also empty,
Friday, Saturday, and weeks after... 
The day I met you, where we were holding hands, 
The day I loved you, 
The day where I could talk to you,
The day when you listened to me, 
How many billion of memories in our past, 
I never miss it.